BEKASI, KOMPAS.com- Sekitar 50 tenaga honor dari
Komite Guru Bekasi (KGB) berunjuk rasa di kantor Wali Kota Bekasi, Senin
(15/10/2012). Mereka menuding verifikasi usul pengangkatan tenaga honor
sebagai calon pegawai negeri sipil dimanipulasi dan atau bermasalah.
Ketua KGB Mukhlis Setiabudi mengatakan, dugaan manipulasi terindikasi
dari cuma 1 di antara 1.945 tenaga honor bidang pendidikan yang
dikabarkan lolos verifikasi sebagai CPNS.
"Kondisi kami sama
tetapi kenapa cuma satu yang lolos?," katanya. KGB juga mempersoalkan
192 tenaga honor di luar 1.945 orang yang diusulkan oleh Pemerintah Kota
Bekasi kepada Badan Kepegawaian Nasional untuk diangkat sebagai CPNS.
Pengaduan itu dipandang diskriminatif dan terindikasi bermasalah.
Mukhlis
memaparkan, di Kota Bekasi pernah tercatat ada 3.002 tenaga honor
bidang pendidikan. Setelah diverifikasi ditemukan angka 2.559 orang.
Adapun 1.945 di antaranya dianggap bisa diusulkan diangkat menjadi CPNS.
Mereka mengabdi sejak sebelum 2005 yang berstatus sukarelawan, bergaji
tidak tetap, atau honor murni. Mereka juga sudah diangkat sebagai tenaga
honor Pemerintah Kota Bekasi pada 2008 sehingga patut dipertimbangkan
untuk diangkat sebagai CPNS dan diperjuangkan sejak 2010.
Yang
meresahkan, tenaga honor cuma dibayar Rp 300.000 per bulan dengan nama
tunjangan transportasi. KGB semakin jengkel karena pada 2010 ada
pengangkatan 2.000 tenaga honor baru tetapi nonpendidikan. Yang diangkat
ini mendapat tunjangan transportasi Rp 300.000 dan upah Rp 550.000.
"Sangat diskriminatif sehingga kami menuntut hak setara," kata Mukhlis.
Jika tuntutan tidak dicarikan solusi, kata Mukhlis, KGB akan melaporkan
dugaan manipulasi itu ke Polres Kota bekasi dan Polda Metro Jaya.
Yang
dilaporkan ialah pejabat dan mantan pejabat Pemerintah Kota Bekasi.
Pelaksana Tugas Kepala BKD Kota Bekasi Fadlin Kamal mengatakan, terhadap
192 tenaga honor yang pernah diajukan akan diverifikasi ulang. Tim dari
BKN pernah datang dan akan kembali untuk verifikasi dan audit
pengusulan itu. Terkait tunjangan yang dituding KGB sangat
diskriminatif, BKD segera membahas dengan DPRD Kota Bekasi.
Sumber : Kompas
Senin, 15 Oktober 2012
Verifikasi Pengangkatan Pegawai Honor Bermasalah
17.20
No comments











0 komentar:
Poskan Komentar