BONTOSUNGGU, FAJAR -- Kepala
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Kadisdikpora) Jeneponto, Drs H
Ashari Fakhsirie Radjamilo, M.Si, berjanji memperjuangkan nasib tenaga
guru honorer yang masih banyak belum terangkat jadi pegawai negeri sipil
(PNS).
Pasalnya, keberadaan guru honorer selama ini sangat membantu aktivitas
belajar mengajar di sekolah-sekolah yang dinilai masih kekurangan guru.
Makanya itu, Ashari F Radjamilo, berjanji akan memperjuangkan nasib guru
honorer yang belum memiliki NPTUK. Namun, lanjutnya, guru-guru yang
bersangkutan harus memiliki semangat dan disiplin yang tinggi dalam
menjalankan tugasnya sebagai tenaga pendidik.
"Insya Allah, tahun depan keinginan guru honorer yang belum memiliki
NPTUK akan terwujud," aku Ashari pada acara tatap muka dengan jajaran
UPTD Disdikpora Kecamatan Bangkala Barat, Sabtu 13 Oktober akhir pekan
lalu.
Ashari juga berjanji dalam sebulan terakhir ini akan membenahi sistem
administrasi dan pelayanan di lingkup Diknas yang dianggap sangat buruk.
Bahkan menyesalkan, selama ini tidak ada standar operasional pelayanan
publik yang dimiliki Dinas Pendidikan Jeneponto. "Kekurangan-kekurangan
inilah yang akan kita benahi, untuk mewujudkan fakta integritas zona
bebas korupsi," paparnya.
Sementara Kepala UPTD Disdikpora Kecamatan Bangkala Barat, Markus, SPd
mengakui, masih kekurangan tenaga guru yang berstatus PNS di wilayahnya.
Saat ini guru-guru yang mengajar di sekolah-sekolah di Bangkala Barat
masih didominasi tenaga honorer. Sehingga keberadaan guru honorer
tersebut sangat penting untuk diperjuangkan nasibnya.
Acara tatap muka dengan jajaran UPTD Disdikpora Kecamatan Bangkala Barat
ini, juga dihadiri Ny Hj Enni Agustina Ashari, Sekretaris BKDD
Jeneponto, Bakri Arsyad Dg Sau, Camat Bangkala Barat, H Muhammad, para
pengawas dan kepala sekolah, serta ratusan guru di wilayah Bangkala
Barat. (lom/lis)
Sumber : Fajar
Minggu, 14 Oktober 2012
Kadisdikpora Perjuangkan Nasib Guru Honorer
18.11
No comments












0 komentar:
Poskan Komentar