Minggu, 14 Oktober 2012

Kadisdikpora Perjuangkan Nasib Guru Honorer

BONTOSUNGGU, FAJAR -- Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Kadisdikpora) Jeneponto, Drs H Ashari Fakhsirie Radjamilo, M.Si, berjanji memperjuangkan nasib tenaga guru honorer yang masih banyak belum terangkat jadi pegawai negeri sipil (PNS).

Pasalnya, keberadaan guru honorer selama ini sangat membantu aktivitas belajar mengajar di sekolah-sekolah yang dinilai masih kekurangan guru.

Makanya itu, Ashari F Radjamilo, berjanji akan memperjuangkan nasib guru honorer yang belum memiliki NPTUK. Namun, lanjutnya, guru-guru yang bersangkutan harus memiliki semangat dan disiplin yang tinggi dalam menjalankan tugasnya sebagai tenaga pendidik.

"Insya Allah, tahun depan keinginan guru honorer yang belum memiliki NPTUK akan terwujud," aku Ashari pada acara tatap muka dengan jajaran UPTD Disdikpora Kecamatan Bangkala Barat, Sabtu 13 Oktober akhir pekan lalu.

Ashari juga berjanji dalam sebulan terakhir ini akan membenahi sistem administrasi dan pelayanan di lingkup Diknas yang dianggap sangat buruk. Bahkan menyesalkan, selama ini tidak ada standar operasional pelayanan publik yang dimiliki Dinas Pendidikan Jeneponto. "Kekurangan-kekurangan inilah yang akan kita benahi, untuk mewujudkan fakta integritas zona bebas korupsi," paparnya.

Sementara Kepala UPTD Disdikpora Kecamatan Bangkala Barat, Markus, SPd mengakui, masih kekurangan tenaga guru yang berstatus PNS di wilayahnya. Saat ini guru-guru yang mengajar di sekolah-sekolah di Bangkala Barat masih didominasi tenaga honorer. Sehingga keberadaan guru honorer tersebut sangat penting untuk diperjuangkan nasibnya.

Acara tatap muka dengan jajaran UPTD Disdikpora Kecamatan Bangkala Barat ini, juga dihadiri Ny Hj Enni Agustina Ashari, Sekretaris BKDD Jeneponto, Bakri Arsyad Dg Sau, Camat Bangkala Barat, H Muhammad, para pengawas dan kepala sekolah, serta ratusan guru di wilayah Bangkala Barat. (lom/lis)


Sumber : Fajar

0 komentar:

Poskan Komentar