MEDAN - Untuk bersilaturahmi dan menjalin keakraban dengan rakyat
Sumatera Utara secara serentak, hari ini Pelaksana tugas Gubernur
Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho, menggelar siaran langsung yang
melibatkan 50 stasiun radio.
Dalam siaran selama 90 menit itu,
Gatot berdialog interaktif dengan masyarakat dari beberapa
kabupaten/kota.Siaran bertajuk Live Interactive Talkshow Dari Beranda
Sumut "Silaturahim Sumatera Utara" selain menghadirkan Plt Gubsu
jugamendatangkan Rektor IAIN Sumatera Utara Nur Ahmad Fadhil MA sebagai
narasumber pembanding.
Siaran langsung dari rumah dinas gubernur,
Jl Sudirman, Medan ini dipandu oleh Cahyo Pramono dan Merry. Ketika
ditanya Cahyo Pramono mengapa memilih siaran radio untuk menyapa
warganya, Gatot menerangkan radio sebagai salah satu medium penyiaran
modern punya kelebihan. Dimana teknologi radio bisa menghubungkan
dirinya sebagai pemimpin dengan jutaan masyarakat Sumatera Utara secara
serentak.
Kelebihan radio jelas lebih efektif, efisien, dan
melengkapi silaturahmi yang dilakukan Plt Gubernur Sumatera Utara
secaralangsung ke daerah-daerah.
Kelebihan radio inilah yang
mendorong Dinas Komunikasi dan Informasi Provinsi Sumatera Utara untuk
mengadakan silaturahmi via udara.
Selama 90 menit Plt Gubernur
dan Rektor IAIN menjelaskan pentingnya silaturahmi sebagai modal
terbesar untuk membangun provinsi Sumatera Utara.
Silaturahmi
yang terjaga selama ini, antara pemerintah dengan telah membuat kondisi
Sumatera Utaraselalu stabil dan kondusif."Bangsa yang punya social
capital yang tinggi bisa cepat berkembang dibanding bangsa yang punya
kekayaan alam tinggi tapisocial capital rendah.
Social capital
ini terlihat dari kepercayaan, silaturahmi dan solidaritas antar warga.
Dan di SumateraUtara, silaturahmi dan kerukunan selama ini merupakan
warisan yang sangat berharga.
Beberapa kali kita dicoba, tapi
kita tetap rukun damai. inilah modal besar yang harus tetap
dipertahankan," kata Prof Ahmad Fadhil. Tak hanya membicarakan
pentingnya silaturahmi, Gatot juga banyak menerima telepon dan ratusan
SMS dari berbagai wilayahSumatera Utara. SMS yang masuk pun beragam
isinya, mulai dari soal permintaan agar Plt Gubsu membangun stadion
bertaraf internasional yang bisa dibanggakan, desakan menyetop ikan
impor, mencari solusi untuk kemelut PSMS hingga yang terbanyak
menanyakan tentang pengangkatan guru honorer untuk jadi PNS.
Soal
impor ikan yang ditanyakan Ridwan di Belawan, Gatot menegaskan pihaknya
komit tidak mengimpor produk-produk yang diSumatera Utara sendiri
berlimpah. Antara lain jagung, dan juga ikan. " Untuk melindungi nelayan
kita juga menjadi satu-satunya di indonesia yang memberikan asuransi
untuk nelayan," kata Gatot.
Menjawab pertanyaan Rahman di Medan
tentang kemelut PSMS, Plt Gubsu menjelaskan dirinya sebagai orang
Sumatera Utara juga sangat ingin melihat kembali kejayaan Ayam Kinantan
seperti era-era perserikatan.
Kemelut di PSMS sebenarnya tak bisa
lepasdari kemelut PSSI selama ini."Saya seperti semua warga Sumut juga
sangat merindukan sepakbola Sumut yang jaya dan tangguh. Saya ingin
PSMS bisa kembali menakutkan, seperti saat masih di perserikatan.
Soal
kisruh di PSMS, tentu menjadi perhatian kami. Tapi kita juga tak boleh
mencampuri lebih jauh karena itu murni sudah berada di domain
olahraga,"ujar Gatot.
Nasib Honorer Dalam dialog interaktif
tersebut, para penelpon paling banyak menanyakan soal nasib guru
honorer. Seperti diberitakan beberapa waktu lalu, Pemprov Sumatera Utara
berencana mengangkat 6.000 guru honorer menjadi PNS.
Nita dari
Pematang Siantar misalnya bertanya sudah sejauh mana proses pengangkatan
ini. Dan apakah dalam proses pengangkatan itu para guru dikutip
pungutan.
Secara tegas Gatot menjawab, saat ini pengangkatan
6.000 guru honorer untuk PNS sedang dalam proses di Kemeneg PAN. Pihak
provinsi sudah selesai melakukan kompilasi guru-guru honorer dan tinggal
menunggu dari pusat."Pengangkatan PNS bagi guru yang sudah jadi honorer
dan masuk database tinggal menunggu waktu.
Tidak ada pungutan atau bayaran sama sekali. Pokoknya ini hanya tinggal masalah waktu saja. Kita tunggu saja," tegas Gatot.
Sumber : Waspada Online
Senin, 17 September 2012
Plt Gubsu 90 menit mengudara
19.49
No comments












0 komentar:
Poskan Komentar