Senin, 17 September 2012

Plt Gubsu 90 menit mengudara

MEDAN - Untuk bersilaturahmi dan menjalin keakraban dengan rakyat Sumatera Utara secara serentak, hari ini Pelaksana tugas Gubernur Sumatera Utara   Gatot Pujo Nugroho,  menggelar siaran langsung yang melibatkan 50 stasiun radio.

Dalam siaran selama 90 menit itu, Gatot berdialog interaktif dengan masyarakat dari beberapa kabupaten/kota.Siaran bertajuk Live Interactive Talkshow Dari Beranda Sumut "Silaturahim Sumatera Utara" selain menghadirkan Plt Gubsu jugamendatangkan Rektor IAIN Sumatera Utara Nur Ahmad Fadhil MA sebagai narasumber pembanding.

Siaran langsung dari rumah dinas gubernur, Jl Sudirman, Medan ini dipandu oleh Cahyo Pramono dan Merry. Ketika ditanya Cahyo Pramono mengapa memilih siaran radio untuk menyapa warganya, Gatot menerangkan radio sebagai salah satu medium penyiaran modern punya kelebihan. Dimana teknologi radio  bisa menghubungkan dirinya sebagai pemimpin dengan jutaan masyarakat Sumatera Utara secara serentak.

Kelebihan radio jelas lebih efektif, efisien, dan melengkapi silaturahmi yang dilakukan Plt Gubernur Sumatera Utara secaralangsung ke daerah-daerah.

Kelebihan radio inilah yang mendorong Dinas Komunikasi dan Informasi Provinsi Sumatera Utara untuk mengadakan silaturahmi via udara.

Selama 90 menit Plt Gubernur dan Rektor IAIN menjelaskan pentingnya silaturahmi sebagai modal terbesar untuk membangun provinsi Sumatera Utara.

Silaturahmi yang terjaga selama ini, antara pemerintah dengan telah membuat kondisi Sumatera Utaraselalu stabil dan kondusif."Bangsa yang punya social capital yang tinggi bisa cepat berkembang dibanding bangsa yang punya kekayaan alam tinggi tapisocial capital rendah.

Social capital ini terlihat dari kepercayaan, silaturahmi dan solidaritas antar warga. Dan di SumateraUtara, silaturahmi dan kerukunan selama ini merupakan warisan yang sangat berharga.

Beberapa kali kita dicoba, tapi kita tetap rukun damai. inilah modal besar yang harus tetap dipertahankan," kata Prof Ahmad Fadhil. Tak hanya membicarakan pentingnya silaturahmi, Gatot juga banyak menerima telepon dan ratusan SMS dari berbagai wilayahSumatera Utara. SMS yang masuk pun beragam isinya, mulai dari soal permintaan agar Plt Gubsu membangun stadion bertaraf internasional yang bisa dibanggakan, desakan menyetop ikan impor, mencari solusi untuk kemelut PSMS hingga yang terbanyak menanyakan tentang pengangkatan guru honorer untuk jadi PNS.

Soal impor ikan yang ditanyakan Ridwan di Belawan, Gatot menegaskan pihaknya komit tidak mengimpor produk-produk yang diSumatera Utara sendiri berlimpah. Antara lain jagung, dan juga ikan. " Untuk melindungi nelayan kita juga menjadi satu-satunya di indonesia  yang memberikan asuransi untuk nelayan," kata Gatot.

Menjawab pertanyaan Rahman di Medan tentang kemelut PSMS, Plt Gubsu menjelaskan dirinya sebagai orang Sumatera Utara juga sangat ingin melihat kembali kejayaan Ayam Kinantan seperti era-era perserikatan.

Kemelut di PSMS sebenarnya tak bisa lepasdari kemelut PSSI selama ini."Saya seperti semua warga Sumut juga sangat merindukan sepakbola  Sumut yang jaya dan tangguh. Saya ingin PSMS bisa kembali menakutkan, seperti saat masih di perserikatan.

Soal kisruh di  PSMS, tentu menjadi perhatian kami. Tapi kita juga tak boleh mencampuri lebih jauh karena itu murni sudah berada di domain olahraga,"ujar Gatot.

Nasib Honorer Dalam dialog interaktif tersebut, para penelpon paling banyak menanyakan soal nasib guru honorer. Seperti diberitakan beberapa waktu lalu, Pemprov Sumatera Utara berencana mengangkat 6.000 guru honorer menjadi PNS.

Nita dari Pematang Siantar misalnya bertanya sudah sejauh mana proses pengangkatan ini. Dan apakah dalam proses pengangkatan itu para guru dikutip pungutan.

Secara tegas Gatot menjawab, saat ini pengangkatan 6.000 guru honorer untuk PNS sedang dalam proses di Kemeneg PAN. Pihak provinsi sudah selesai melakukan kompilasi guru-guru honorer dan tinggal menunggu dari pusat."Pengangkatan PNS bagi guru yang sudah jadi honorer dan masuk database tinggal menunggu waktu.

Tidak ada pungutan atau bayaran sama sekali. Pokoknya ini hanya tinggal masalah waktu saja. Kita tunggu saja," tegas Gatot.

Sumber : Waspada Online

0 komentar:

Poskan Komentar