WATANSOPPENG, FAJAR -- Badan
Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Soppeng telah mengumumkan 338
honorer ketegori dua (K2) yang lolos verifikasi. Namun pengumuman
tersebut justru menimbulkan masalah baru. Terutama komplain dari
sejumlah honorer yang tidak lolos berkas.
Honorer yang tak lolos tersebut mengadukan nasibnya di gedung DPRD
Soppeng, Jumat, 27 April. Sejumlah honorer yang tak lolos mencurigai
adanya rekayasa dalam verifikasi data.
Salah satu honorer, Munarti mengungkapkan kekecewaannya terkait
ketidaklolosnya dalam pendataan honorer K2. Dia merasa heran karena
dirinya tidak lolos verifikasi. Sementara ada temannya yang bersamaan
mengabdi justru lolos.
Senada dengan itu, honorer lainnya Nurhidayati yang mengaku mengabdi di
puskesmas juga mengadukan nasibnya. Sebab dia sudah mengabdi sejak 1992,
namun namanya tidak lolos verifikasi.
Kapela BKDD Soppeng, A Khaerul Umur memberi kesempatan bagi honorer yang
tidak lolos untuk melengkapi berkasnya. Jika berkas tersebut lengkap
tanpa ada rekayasa, BKDD bersedia mengakomodasi honorer bersangkutan.
BKDD memberi deadline penyempurnaan data sebelum 30 April.
Anggota DPRD Soppeng, Syahruddin M Adam sebagai ketua tim penerima
aspirasi berharap pendataan honorer transparan. Dewan, kata dia, siap
mengawal proses verifikasi honorer. (asr/ars)
Sumber : Fajar











0 komentar:
Poskan Komentar