Sabtu, 28 April 2012

Pendataan Honorer K2 Sarat Rekayasa

WATANSOPPENG, FAJAR -- Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Soppeng telah mengumumkan 338 honorer ketegori dua (K2) yang lolos verifikasi. Namun pengumuman tersebut justru menimbulkan masalah baru. Terutama komplain dari sejumlah honorer yang tidak lolos berkas.

Honorer yang tak lolos tersebut mengadukan nasibnya di gedung DPRD Soppeng, Jumat, 27 April. Sejumlah honorer yang tak lolos mencurigai adanya rekayasa dalam verifikasi data.

Salah satu honorer, Munarti mengungkapkan kekecewaannya terkait ketidaklolosnya dalam pendataan honorer K2. Dia merasa heran karena dirinya tidak lolos verifikasi. Sementara ada temannya yang bersamaan mengabdi justru lolos.

Senada dengan itu, honorer lainnya Nurhidayati yang mengaku mengabdi di puskesmas juga mengadukan nasibnya. Sebab dia sudah mengabdi sejak 1992, namun namanya tidak lolos verifikasi.

Kapela BKDD Soppeng, A Khaerul Umur memberi kesempatan bagi honorer yang tidak lolos untuk melengkapi berkasnya. Jika berkas tersebut lengkap tanpa ada rekayasa, BKDD bersedia mengakomodasi honorer bersangkutan. BKDD memberi deadline penyempurnaan data sebelum 30 April.

Anggota DPRD Soppeng, Syahruddin M Adam sebagai ketua tim penerima aspirasi berharap pendataan honorer transparan. Dewan, kata dia, siap mengawal proses verifikasi honorer. (asr/ars)


Sumber : Fajar

0 komentar:

Poskan Komentar